Senin, 19 November 2012

kenali lupus sejak dini!


Lupus, penyakit yang mungkin tidak begitu familiar ditelinga kita bukan? begitu pun dengan saya, mungkin anda sudah pernah mendengar mengenai penyakit ini tetapi tidak untuk mengetahui apa arti penyakit ini bukan? Ya penyakit ini memang baru dikenal tetapi asal mulanya sudah ada sejak abad yang lalu. Di dunia tidak sedikit manusia yang tidak tertolong karena penyakit ini ada 5juta dari 100ribu setiap tahunnya.  Penyakit ini hampir setara dengan kanker tetapi berbanding terbalik dengan kanker. Seperti yang diungkapkan dalam buku kecil Care for Lupus, Lupus adalah sebutan umum dari suatu kelainan yang disebut sebagai Lupus Erythematosus. Dalam istilah sederhana tubuhnya menjadi alergi pada dirinya sendiri. Lupus adalah istilah dari bahasa Latin yang berarti Serigala. Penderita penyakit ini pada umumnya memiliki butterfly rash atau ruam merah  di pipi. Penyakit ini dalam ilmu kedokteran disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak. Dengan demikian, Lupus disebut sebagai autoimmune disease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan).
Jenis penyakit Lupus ini memiliki tiga macam bentuk, yang pertama yaitu Cutaneus Lupus, seringkali disebut discoid yang memengaruhi kulit. Kedua, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan syaraf. Ketiga, Drug Induced Lupus(DIL), timbul karena menggunakan obat-obatan tertentu.
Ada berbagai macam gejala-gejala lupus diantaranya sebagai berikut:
1.     Kulitnya mudah gosong jika terkena sinar matahari
2.     Penderita lebih mudah merasa kelelahan yang berlebihan dibandingkan dengan manusia normal
3.     Munculnya ruam merah pada bagian pipi dan hidung yang terlihat seperti kupu-kupu (butterflt rush)
4.     Rambut mengalami kerontokan yang tidak wajar
Penyakit ini bisa mengenai masyarakat lapisan apa saja tanpa terkecuali, penyakit ini juga bersifat genetik atau biasa disebut dengan keturunan. Wanita lebih rentan terkena penyakit lupus dibandingkan pria diduga berhubungan dengan hormon estrogen. Bangsa asia dan afrika lebih rentan daripada bangsa eropa yang mayoritas berkulit putih. Penyakit ini bisa jadi timbul karena adanya faktor kepekaan, infeksi, pemakaian obat-obatan, bisa juga terkena sinar matahari bahkan stress sekalipun.
Biasanya ada cara-cara untuk menghindari agar penyakit lupus ini tidak kambuh antara lain:
1.     Terhindar dari stress
2.     Menghindari obat-obat tertentu yang tidak jelas
3.     Tidak bekerja secara berlebihan yang menyebabkan kelelahan
4.     Tidak terpapar sinar matahari langsung
Penyakit lupus sebenernya sampai saat ini belum ada obatnya tetapi ada obat yg berfungsi hanya untuk mengurangi sakit si penderita antara lain:
1.     Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID)
Berfungsi untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan pada penderita lupus ringan. Tetapi, obat ini mempunyai efek samping yaitu mulas, sakit perung, pusing dan mengantuk.
2.     Obat antimalaria yang digunakan untuk mencegah atau mengobati nyeri sendi, ruam kulit, dan bisul. Efek samping dari obat antimalaria dapat termasuk sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, kesulitan tidur, dan gatal-gatal.
3.     Hormon kortikosteroid
Obat ini mengurangi peradangan pada jaringan kulit. Obat ini berbentuk krim dan dioleskan ke kulit yang mengalami ruam merah. Efek samping dari obat ini pembengkakan, nafsu makan yang meningkat, berat badan bertambah dan turunnya emosi,
4.     Agen imunosupresif/ kemoterapi
Digunakan pada penderita lupus yang akut karena obat ini berfungsi untuk menekan sistem kekebalan tubuh agar tidak merusak organ. Efek sampingnya yaitu kerontokan pada rambut, mual, muntah, bahkan peningkatan resiko kanker,
Dokter hanya berpusat pada pengobatan sementara agar tidak menyebar ke organ-organ vital, untuk pengobatan secara total untuk saat ini belum ada obatnya Jika penderita ingin hidup normal seperti orang pada umumnya obat-obat tersebut harus diminum seumur hidup.
Sumber: