Senin, 17 September 2012

BAB 7 KELAHIRAN MEKANIKA KUANTUM

Kelahiran Mekanika Kuantum

Einstein menjelaskan bahwa cahaya dapat berperilaku seperti aliran partikel (foton). Lalu diperluas oleh de Broglie untuk menjelaskan bahwa elektron mempunyai sifat gelombang maupun sifat partikel. Dan Heisenberg menjelaskan yang menurunkan keterbatasan yang melekat dalam pengukuran system submikroskopik. Perkembangan ini berpuncak pada persamaan Schrodinger, yang menggambarkan perilaku dan energy dari electron, atom dan molekul.Solusi persamaan schrodinger menghasilkan energy elektronyg terkuantisasi dan bberapa fungsi gelombang disebut orbital atom. Orbital-orbital atom ditandai dengan bilangan-bilangan kuantum yang khusus; yang menunjukkan daerah dimana electron dapat ditempatkan.

Bilangan Kuantum
Bilangan kuantum utama, azimut, dan magnetik diperlukan untuk mengungkapkan fungsi gelombangsedangkan bilangan kuantum magnetik spin berkaitan dengan momentum sudut elektron yang disebabkan oleh gerak spinnya yang terkuantisasi.Tabel Bilangan kuantum
Nama (bilangan kuantum)
simbol
Nilai yang diizinkan
Utama
n
1, 2, 3,…
Azimut
l
0, 1, 2, 3, …n – 1
Magnetik
m(ml)
0, ±1, ±2,…±l
Magnetik spin
ms
+1/2, -1/2

Sifat Gelombang Partikel
Berawal dari persamaan Einstein, E = cp dengan p adalah momentum foton, c kecepatan cahaya dan E
adalah energi, ia mendapatkan hubunganE = =ν = c/λ atau hc/ λ = E, maka h/ λ= p 

Orbital
Fungsi gelombang elektron disebut dengan orbital. Dalam kasus ada empat
orbital yang didefinisikan oelh kumpulan bilangan kuantum: (n = 2, l = 0), (n = 2, l= 1), m = -1), (n = 2, l = 1, m = 0), (n = 2, l = 1, m = +1).



Prinsip Eksklusi Pauli
Menurut Pauli hanya satu elektron dalam atom yang diizinkan menempati keadaan tertentu 4 bilangan kuantum, atau, paling banyak dua elektron dapat menempati satu orbital.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar