Teknologi didunia semakin hari berkembang semakin pesat, ini semua karena didukung perkembangan manusia yang semakin hari ingin semakin berkembang dan maju. Kalian tentu pernah dengar bukan teknologi 4G? teknologi 4G ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan di Indonesia apalagi seiring dengan keluarnya produk iphone 5 dari apple yang berteknologi 4G ini semakin seringnya diperbincangkan. 4G atau singkatan dari fourth generation technology, sebuah perkembangan pada tekhnologi telepon seluler sebuah lanjutan dari perkembangan tekhnologi 3G namun nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "10G and beyond", 4G adalah sebuah jaringan dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya.
Indonesia patut berbangga atas ini kabar tentang adanya tekhnologi 4G diindonesia dan didunia ini karena penemu tekhnologi 4G adalah orang Indonesia dialah Prof. Khoirul Anwar dan pemilik paten tekhnologi jaringan 4G alumni Institut Tekhnologi Bandung alumni Teknik Elektro ITB, kemudian melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor pada 2008, yang berawal pada ide mengurangi daya transmisi sehingga meningkatkan kecepatan transmisi data.
Namun sayangnya di indonesiapun tekhnologi jaringan 4G belum dapat dinikmati untuk saat ini dikarenakan spektrum frekuensi teknologi 4G belum ditetapkan, namun juni silam tekhnologi ini sudah mulai diimplementaskan oleh PT Firstmedia Tbk dengan merk dagang sitra Wimax, Wimax akan melayani jaringan 4G pertama diindonesia terutama Jakarta yang merupakan daerah terpadat dan kota-kota lainnya seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Propinsi Banten, Sumatera Utara, dan Propinsi NAD. Sebenernya teknologi 4G sudah siap di Indonesia, operator hanya tinggal mengubah dari 3,5G menjadi 4G tetapi ketersediaan frekuensi jaringan 4G yang belum ada. Ada 4 macam scenario yang akan digunakan untuk LTE ( Long Term Evolution) yaitu:
1. 700 MHz
Saat ini digunakan untuk siatan televisi. Kita harus menunggu pemerintah mengubah dari televise analog ke televise digital, dan sayangnya proses ini memakan waktu yg lama dan diperkirakan baru selesai pada tahun 2018.
2. 1.800 MHz
Frekuensi ini digunakan oleh operator telekomunikasi gsm. Sebenernya ini merupakan cara yang paling mudah karena bagi operator tapi permasalahannya adalah operator harus rela berbagi frekuensi yang sudah dimilikinya saat ini resikonya kualitas layanan tidak sebaik semula karena adanya system ini.
3. 2.100 MHz
Digunakan untuk operator telekomunikasi gsm untuk layanan 3G. per operatos minimal mempunyai 10 MHz (2 x 5MHz) sedangkan untuk bisa pakai LTE operator harus mempunyai minimal blok 20 MHz (2 x 10MHz) nah dilihat saja sudah ada perbedaannya. Untuk mengaturnya perlu waktu yg cukup karena kondisinya yang sudah cukup padat.
4. 2.300 MHz
Frekuensi digunakan untuk layanan 4G. Wimax sudah menentukan 4G dilayanan ini tetapi layanan 4G memang mempunyai langkah yang rumit untuk membuatnya. Saat ini frekuensi wimax sudah tersedia tetapi belum dipakai oleh konsumen banyak hanya untuk layanan komersial.
Karena semakin pesatnya pertumbuhan tekhnologi serta tingginya kebutuhan pengguna atas telekomunikasi itu sendiri, tren yang terjadi adalah, pengguna telekomunikasi semakin membutuhkan akses data, dibanding layanan voice ataupun SMS yang bias lebih cepat dari sebelumya walaupun membutuhkan langkah yang rumit serta perangkat yang memenuhi layanan 4G. diperkirakan teknologi 4G akan benar-benar ada dapat dipakai di Indonesia yaitu 2 tahun mendatang pada 2014.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar